PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Industri Sawit Tekan Angka Kemiskinan

Industri Sawit Tekan Angka Kemiskinan
April 01
05:02 2021

Industri kelapa sawit turut berperan penting untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Selain itu, kelapa sawit juga berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri maupun dunia.

Berdasarkan riset Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), perkebunan kelapa sawit mampu membangun daerah miskin dan terbelakang untuk menjadi sentra perekonomian baru. Di antaranya tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan dan Papua Barat.

“Kelapa sawit membantu dunia dalam Sustainable Development Goals (SDG) di bidang mengatasi persoalan kemiskinan,” ujar Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), dalam video daring, kemarin (31/3).

Dia menjelaskan, terdapat tiga jalur industri minyak sawit menolong kemiskinan dunia. Pertama, jalur produksi melalui sentra perkebunan sawit. Kedua, jalur hilirisasi di negara importir minyak sawit, dan ketiga adalah jalur konsumsi minyak sawit.

Dia menambahkan, nilai transaksi masyarakat kebun sawit dengan masyarakat perkotaan sebesar Rp202,1 triliun per tahun dan masyarakat kebun saiwt dengan ekonomi pedesaan sebesar Rp59,8 triliun per tahun.

“Jadi, di mana ada perkebunan sawit di situ kemiskinan turun karena ada tenaga kerja yang masuk ke sana. Tumbuh pusat pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tuturnya.

Sementara pengamat Kehutanan, Bedjo Santoso mengatakan, industri kelapa sawit mampu menyerap 16,2 juta orang tenaga kerja. Dia merinci, 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung. Sedangkan devisa kelapa sawit tahun 2018 sebesar Rp240 trilliun.

“Saya tidak sepakat dengan kebijakan moratorium sawit (Inpres Nomor 8 Tahun 2018). Aturan ini tidak jelas arahnya dan menggerogoti sawit sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Bedjo.

Adapun Kementerian Pertanian mencatat total luas lahan sawit 16,38 juta hektare (ha). Dari jumlah tersebut, luas perkebunan sawit rakyat 6,72 juta ha. Sementara itu, potensi peremajaan sawit rakyat 2,78 juta hadengan sebaran dominan di Sumatera dan Kalimantan. (Jambiekpres.co.id)

Related Articles