PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Mulai Kaledo hingga Kapurung, 5 Kuliner Khas Palu Ini Punya Rasa Enak

Mulai Kaledo hingga Kapurung, 5 Kuliner Khas Palu Ini Punya Rasa Enak
Maret 12
14:06 2020

PALUPOS.COM – Palu memang bukan destinasi wisata andalan tapi ragam kulinernya yang banyak bisa jadi tujuan wisata kuliner. Yuk kenali beberapa kuliner khas Palu yang enak.

Jaraknya yang berdekatan dengan Makassar membuat kuliner Palu memiliki varian yang mirip dengan makanan masyarakat Bugis. Mulai Kaledo, Uta Kelo hingga Kapurung, berikut 5 kuliner Palu yang wajib dicicip.

1. Kaledo

Kaledo merupakan singkatan dari kaki lembu Donggala. Sesuai dengan namanya, kaledo adalah makanan khas Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah. Hidangan berbahan dasar daging ini mirip seperti sop buntut namun terbuat dari kaki lembu atau kaki sapi.

Sop kaki sapi dengan kuah gurih berbumbu ini semakin harum semerbak karena ditambahkan aerai dan irisan jahe. Selain rasanya ya g khas, cara makannya juga unik. Kaledo tidak disantap dengan nasi melainkan dengan umbi seperti singkong rebus.

Kaledo paling nikmat disantap hangat-hangat. Selain dagingnya empuk, kaledo juga siap memanjakan lidah lewat sumsum lembut. Hidangan ini cocok disantap sebagai menu makan siang maupun makan malam.

2. Uta Kelo

Uta kelo adalah sayur khas masyarakat suku Kaili di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Bahan baku pembuatan uta kelo adalah daun kelor segar yang dimasak dengan kuah santan dan berbagai bumbu.

Sayur uta kelo bisa dikatakan sebagai makanan sehari-hari yang biasa disajikan di rumah masyarakat Sulawesi Tengah. Uta kelo umumnya diracik bersama kuah santan. Terkadang ditambahkan juga ikan teri untuk menambah cita rasa gurih.

Sekilas uta kelo mirip seperti sayur gulai daun singkong. Uta kelo juga biasa dinikmati bersama makanan pendamping seperti pisang kepok, udang dan terong. Tapi paling favorit orang menyantapnya dengan nasi putih.

Selain enak, uta kelo juga memiliki banyak khasiat yang dihasilkan dari daun kelor. Salah satunya sebagai penambah stamina, jadi kalau merasa lelah, coba santap uta kelo agar semangat kembali.

3. Palumara

Palumara adalah sop ikan gurih khas Palu. Kuahnya terasa asam pedas dengan daging ikan yang lembut dan gurih. Rasa asam segar pada palumara dihasilkan oleh buah asam muda.

Palumara juga memiliki semburat rasa pedas menggigit yang dihasilkan dari irisan cabai rawit. Sementara jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan kakap yang lengkap dengan kepalanya.

Saking populernya, tidak sulit menemukan palumara di Palu karena masakan ini hampir ada di setiap rumah makan di Palu.

4. Kapurung

Kapurung adalah makanan yang terbuat dari bahan baku sagu. Di Sulawesi Selatan, makanan ini jadi santapan masyarakat dari daerah Luwu. Sekilas kapurung tampak seperti papeda, penyajiannya juga dengan campuran ikan atau daging ayam.

Kapurung terlihat seperti sup berkuah kuning. Kadang masyarakat juga mengolah kapurung dengan tambahan sayur rebus, cacahan mangga dan udang.

Padupadan bumbu dan bahan yang komplet ini membuat kapurung jadi kaya rasa.

5. Tabaro Dange

Di Palu, sagu menjadi salah satu bahan pokok yang sering diolah menjadi makanan. Bukan hanya makanan utama tapi juga camilan, seperti tabaro dange atau sagu dange.

Kudapan ini juga biasa disebut jepa oleh masyarakat sekitar. Camilan tradisional ini dibuat dengan teknik yang masih klasik sehingga rasa yang dihasilkan tetap autentik.

Untuk membuat kudapan ini bahan yang dibutuhkan adalah sagu dan kelapa parut. Adonan ini kemudian dimasak menggunakan wajan dan tungku yang terbuat dari tanah liat. Agar makin enak, isiannya bisa dipilih mau ikan atau gula merah. (tribunpalu.com)

Related Articles