PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Ini 6 Gangguan Kesehatan Akibat Over Dosis Tidur

Ini 6 Gangguan Kesehatan Akibat Over Dosis Tidur
November 27
14:33 2021

PALUPOS.COM – Tidur yang paling sering atau lebih dari dosis akan membuat tubuh mengalami gangguan kesehatan. Saran dari para pakar, untuk orang dewasa maka sebaiknya tidur selama 6-8 jam per hari/malam. Itu berarti jika kurang atau lebih dari waktu normal, risiko gangguan kesehatan akan dialami.

Lebih dari dosis jam tidur umumnya dilakukan saat akhir pekan, di kala pekerjaan atau rutinitas sepekan yang padat membuat hari libur dilampiaskan untuk tidur siang pekan. Ternyata kebiasaan ini tidak baik dan bisa memicu munculnya gangguan kesehatan.

Apa saja jenis gangguan kesehatan yang bisa Anda alami? Berikut ini antara lain seperti dikutip dari situs Huffington Post:

Depresi
Seseorang dengan kebiasaan tidur terlalu banyak akan mengalami gejala depresi lebih besar daripada orang yang jam tidurnya normal. Ini berdasarkan sebuah studi pada tahun 2014 yang melakukan survei pada partisipan. Fakta paling terlihat bahwa tidur lebih dari 9 jam semalam membuat gejala depresi naik 49%.

Lemahnya fungsi otak
Ini berdasarkan studi pada partisipan menyatakan lanjut yang mengalami penurunan fungsi otak pada jangka waktu 6 tahun setelahnya akibat tidur terlalu banyak.

Sulit hamil
Jam tidur yang terlalu banyak disebut oleh peneliti dari Korea, akan mempengaruhi hormon produksi dan siklus sehingga memperkecil kemungkinan hamil pada wanita.

Risiko diabetes
Studi dari Quebec menemukan fakta bahwa risiko diabetes tipe dua lebih banyak dialami oleh mereka yang jam tidurnya lebih dari 8 jam per malam.

Berat badan bertambah
Bertambahnya berat badan juga salah satu dampak akibat terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur. Hasil studi yang didapatkan oleh peneliti yang sama dari Quebec.

Sakit jantung
Tidur lebih dari waktu normal berisiko meningkatkan sakit jantung. Riset dari American College of Cardiology tahun 2012 tersebut mengatakan risiko angina (angin duduk) akan terjadi dua kali lebih banyak untuk orang yang lama tidur.

Jadi, memang lebih baik mengikuti jadwal tidur yang normal saja, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. *

Related Articles