PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Mencapai 50,7 Derajat Celcius, Inilah Suhu Terpanas di Kota Australia

Mencapai 50,7 Derajat Celcius, Inilah Suhu Terpanas di Kota Australia
Januari 14
17:08 2022

PALUPOS.COM – Sebuah kota terpencil di Australia Barat melaporkan suhu udara ekstrem yang mencapai 50,7 derajat Celsius pada Kamis (13/1) waktu setempat. Suhu itu tercatat menyamai rekor suhu terpanas dalam sejarah Australia.

Seperti dilansir AFP, Jumat (14/1/2022), Dewan Iklim Australia memperingatkan bahwa suhu ekstrem yang sangat panas semacam itu bisa menjadi hal yang lumrah di Australia akibat pemanasan global.

Biro Meteorologi Australia melaporkan bahwa suhu udara mencapai 50,7 derajat Celsius tercatat di kota tepi pantai Onslow pada Kamis (13/1) sore waktu setempat.

“Rekor suhu maksimum Australia Barat yang BARU dan menyamai rekor suhu nasional!” sebut Biro Meteorologi Australia dalam pernyataan via Twitter.

“Onslow mencapai suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya — 50,7 derajat Celsius yang merupakan rekor WA (Australia Barat-red) dan menyamai rekor hari terpanas Australia yang tercatat 62 tahun lalu di Oodnadatta SA (Australia Selatan-red),” imbuh pernyataan tersebut.

Menurut situs resmi Biro Meteorologi setempat, Australia terakhir kali mencetak rekor suhu tertinggi 50,7 derajat Celsius di Bandara Oodnadatta, Australia Selatan, pada 2 Januari 1960 silam.

Direktur penelitian Dewan Iklim Australia, Dr Martin Rice, menyebut rekor itu merupakan ‘bagian dari tren pemanasan jangka panjang yang didorong oleh pembakaran batu bara, minyak dan gas’. Dia menyebut suhu ekstrem sudah memiliki ‘konsekuensi bencana yang mematikan’ di Australia.

“Gelombang panas merupakan pembunuh dalam senyap di Australia, yang menyebabkan lebih banyak kematian dibandingkan peristiwa cuaca ekstrem lainnya,” sebut Rice.

Australia mengalami musim panas yang diwarnai kebakaran hutan di bagian barat wilayahnya dan banjir mematikan di pantai timur. Rice menyatakan bahwa tanpa pengurangan emisi gas rumah kaca, suhu udara yang mencetak rekor tertinggi semacam itu bisa menjadi hal yang lazim di Australia.

“Di Sydney dan Melbourne, kita akan melihat hari-hari musim panas dengan suhu 50 derajat pada tahun 2030,” cetus Rice dalam pernyataannya.

Biro Meteorologi Australia diperkirakan akan mengonfirmasi secara resmi rekor suhu tertinggi itu pada Jumat (14/1) sore waktu setempat setelah pemeriksaan kontrol kualitas selesai dilakukan.

Source: detik.com

Related Articles