PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Peneliti Jerman Mulai Uji Klinis Vaksin Virus Corona

Peneliti Jerman Mulai Uji Klinis Vaksin Virus Corona
April 27
06:34 2020

Pemerintah Jerman menyetujui uji klinis pertama untuk vaksin COVID-19 atau virus Corona.

Institut Federal untuk Vaksin dan Obat Biomedis mengatakan vaksin ini dikemabangkan oleh perusahaan biotech BioNTech di Mainz, Jerman.

“Proses persetujuan diberikan dalam empat hari,” begitu dilansir CNN mengutip pernyataan dari Institut Federal.

Proses uji klinis ini akan melibatkan 200 orang relawan berusia 18 – 55 tahun. Mereka akan diberikan dosis obat berbeda.

Uji klinis tahap kedua bakal fokus pada relawan yang dianggap memiliki resiko lebih tinggi.

Manajemen BioNTech mengatakan vaksin ini bernama BNT162, yang dikembangkan perusahaan farmasi Pfizer.

Uji klinis juga akan dilakukan di Amerika Serikat setelah mendapat persetujuan untuk pengujian pada manusia.

Secara terpisah, satu vaksin virus Corona dalam proses penelitian di Oxford University di Inggris.

Uji coba vaksin lainnya juga digelar di Imperial College, Inggris, dan akan berlangsung pada Juni 2020.

Tim peneliti di Imperial College, London, telah melakukan uji coba ini pada hewan sejak Februari 2020.

Tim mendapat persetujuan pemerintah untuk mempercepat proses pengujiannya.

“Kami mencari sukarelawan untuk uji coba kami pada Juni. Mereka akan menjadi relawan pertama yang mencoba vaksin ini,” kata Profesor Robin Shattock.

Dia mengatakan ada risiko saat uji klinis. Namun, tim ahli berusaha menghilangkan risiko ini sebaik mungkin.

Pemerintah Cina juga dikabarkan sedang melakukan uji klinis vaksin sejak pekan lalu.

Sebuah perusahaan swasta AS juga melakukan uji klinis vaksin virus Corona sejak dua-tiga pekan lalu.

Related Articles