PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Sejarah Kebudayaan Islam: Kalah di Perang Uhud, Kekuatan Kaum Muslimin di Madinah Semakin Kuat

Sejarah Kebudayaan Islam: Kalah di Perang Uhud, Kekuatan Kaum Muslimin di Madinah Semakin Kuat
Mei 31
07:00 2021

Kaum muslimin bisa dikatakan mengalami kekalahan di Perang Uhud. Bahkan, Rasulullah SAW terluka dan bahkan sempat terjatuh dalam lubang.

Namun, kebenaran Islam semakin menyebar ke berbagai wilayah. Pasca kekalahan tersebut, Islam bangkit kembali dan semakin kuat.

Dalam catatan Philip K. Hitti dalam bukunya “History of the Arabs”, sejak kekalahan di Uhud, seruan dakwah Islam selalu mendapatkan sambutan. Sejak saat itu, Islam sudah menjadi negara, dengan Rasulullah SAW sebagai pemimpinnya.

Pada tahun 627 Masehi atau 5 Hijriah, kaum kafir Quraisy yang mendapatkan kemenangan di Perang Uhud kembali menyerang kaum muslimin di Madinah. Mereka bersekutu dengan tentara bayaran dari suku Badui dan Abissinia.

Pasukan gabungan ini bergerak untuk menyerang Madinah. Namun, ketika sampai di Kota Madinah, pasukan ini melihat sesuatu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.

Di sekeliling Kota Madinah, telah menganga parit yang membatasi pasukan penyerang dan pasukan muslim. Strategi penggalian parit ini dilakukan kaum muslimin atas usulan seorang sahabat, Salman Al-Farisi.

Karena dikelilingi parit, perang ini disebut juga dengan nama Perang Khandaq (parit). Perang berakhir sebulan kemudian, setelah pasukan kafir Quraisy mundur. Perang ini memakan korban 20 orang.

Setelah peperangan Khandaq, Rasulullah SAW mengambil tindakan tegas kepada suku Yahudi, Bani Qiraidzah. Suku ini bersekongkol dengan kaum kafir Quraisy yang menyerang Madinah. Padahal, mereka terikat dengan perjanjian damai Piagam Madinah.

Suku Yahudi Bani Nadhir yang juga bersekongkol dengan kaum kafir Quraisy juga ikut diusir dari Madinah.

Suku Yahudi Khaibar, yang menduduki daerah oasis di utara Madinah, menyerah dan bersedia membayar upeti pada tahun 628.

Dalam waktu yang tak begitu lama dari kekalahan di Uhud, Islam dibawah pimpinan Rasulullah sudah menjadi kekuatan utama di tanah Arab. Bahkan, pada tahun 630 Masehi atau 5 Hijriah, pasukan muslim menaklukkan Kota Mekkah.

Related Articles