PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Ada Katak Raksasa di Enrekang, Berbobot 1,5 Kilogram

Ada Katak Raksasa di Enrekang, Berbobot 1,5 Kilogram
Mei 02
05:40 2017

Katak ukuran besar ditemukan di Enrekang, Sulawesi Selatan. Katak itu berjumlah sembilan ekor, ditemukan warga di sebuah kebun salak. Ketika ditimbang, katak itu memiliki bobot rata-rata 1,5 kg.

Menurut dosen Biologi di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Makassar, Muh Rizaldi, katak itu ditemukan temannya pada 24 April 2017 lalu. Temannya itu menemukan malam hari saat berada di kebun.

“Lokasinya di Desa Buntu Mondong, Kecamatan Buntu Batu, Enrekang. Itu jarang-jarang, tapi adanya emang cuma di kawasan itu,” ujar Rizaldi.
Sebenarnya ini bukan penemuan baru. Sebab katak berukuran besar itu sudah pernah ditemukan di Buntu Batu. Warga menemukan katak dalam ukuran yang sama.

Rizaldi masih belum dapat memastikan jenis katak-katak itu. Tapi menurutnya, jenis kelamin katak bisa ditentukan dengan ukuran badannya.

“Kata warga Enrekang yang biasa nangkap, mereka cuma menandai lewat ukuran badan. Kalau badannya melar berarti betina, kalau agak ramping berarti jantan,” kata Rizaldi.

Katak-katak dalam ukuran raksasa itu terbiasa makan belalang. Malah juga memangsa jenis katak lainnya yang berukuran lebih kecil.  jss

Related Articles