PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Asuransikan 533 Nelayan

Asuransikan 533 Nelayan
April 19
08:08 2017

PALUPOS.COM(PPC), PALU – Pemerintah Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah telah mengasuransikan 533 nelayan didaerah tersebut, sebagai bentuk upaya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palu, Muchlis Abd Umar menyatakan di Palu, pemberian asuransi nelayan merupakan komitmen Pemkot Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Hidayat, untuk menjamin dan melindungi nelayan.

“Iya, kartu asuransi nelayan telah kami berikan kepada 533 nelayan. Kartu tersebut telah diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Palu Hidayat dua pekan lalu di Kelurahan Pantoloan,” ungkap Muchlis Abd Umar. Muchlis mengemukakan bahwa sebelumnya Pemkot Palu mengusulkan 850 nelayan untuk mendapat asuransi jaminan kecelakaan kerja kepada pemerintah pusat.

Namun, sebut dia, dari usulan tersebut pemerintah pusat hanya dapat menerima kurang lebih 533 nelayan untuk diasuransikan dari total nelayan sebanyak 900 lebih yang ada di Kota Palu. “Kami usulkan kepada pemerintah pusat untuk diasuransikan kurang lebih 850, namun yang dapat direalisasikan 533 nelayan. Ini merupakan program subsidi pemerintah kepada masyarakat khususnya nelayan,” sebutnya.

Ia mengatakan pemerintah melibatkan pihak ketiga yaitu PT. Jaminan Asuransi Indonesia dalam pemberian asuransi tersebut, dengan klaim mulai dari Rp100 juta-Rp200 juta. “Nilainya bervariasi, kalau nelayan mengalami kecelakaan kerja kemudian cacat fisik menerima klaim nilainya kurang lebih Rp100 juta, kalau meninggal duani nilai klaimnya kurang lebih Rp200 juta,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa sampai saat ini Pemkot Palu dan pihak ketiga belum memberikan klaim asuransi kepada nelayan. Pemkot Palu berharap agar tidak ada musibah yang dialami oleh nelayan saat melakukan kegiatan penangkapan ikan. “Saya berharap agar segala musibah dijauhkan, karena kita tidak inginkan ada nelayan yang mengalami musibah kecil atau besar dalam kegiatannya,” terangnya. Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa kartu asuransi nelayan tersebut telah diserahkan atau didistribusikan kepada nelayan pada tahun 2017 ini.(adv)

Related Articles