PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Ternyata Ini Alasan Taufik Hidayat Tak Mau Jadi Pelatih Bulutangkis

Ternyata Ini Alasan Taufik Hidayat Tak Mau Jadi Pelatih Bulutangkis
April 20
22:47 2022

PALUPOS.COM – Taufik Hidayat secara tegas menyatakan tak mau menjadi pelatih bulutangkis meskipun banyak yang manawari. Bahkan ia menolak pinangan dari luar negeri.

Taufik merupakan legenda bulutangkis tunggal putra Indonesia. Ia peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2004 Athena dan juara dunia 2005 Anaheim.

Di kejuaraan beregu, bersama tim Piala Thomas, Taufik meraih gelar juara pada tahun 2000 Kuala Lumpur dan 2002 Guangzhou. Selain itu menjadi juara Asian Games 1998 Bangkok, 2002 di Busan dan 2006 di Doha.

Rentetan prestasi itu pula yang membuat Taufik banyak ditawari sebagai pelatih bulutangkis. Tak tanggung-tanggung ajakan menukangi sebuah tim bulutangkis bahkan kerap datang dari luar negeri.

Namun ternyata, Taufik Hidayat yang memutuskan pensiun menjadi atlet tak ingin melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Seperti halnya eks pebulutangkis nasional pada umumnya. Suami dari Ami Gumelar ini rupanya punya pertimbangan tersendiri.

“Enggak ada keinginan (untuk menjadi pelatih bulutangkis) karena memang enggak gampang,” kata Taufik.

“Mengikuti ponakan saja kesal sendiri, apalagi melatih banyak orang. Makanya jadi pelatih itu hebat, enggak gampang, apalagi melatih anak-anak butuh kesabaran yang tinggi. Nanti, tiba-tiba lari atau ini lah,” ujarnya.

“Lalu kalau kita melatih juga harus punya dasarnya. Sekarang misalnya saja ukuran lapangan badminton saja kita enggak tahu, kalau pelatih kan harus tahu. Ukuran panjang, lebar, apa segala macam. Tapi kalau ngomong saya bisa, kalau praktik tak bisa sama sekali.”

“Makanya ada orang bilang, kenapa sih tidak melatih? Memang tidak bisa gitu loh. Dari enggak bisa dan tidak mau. Mungkin belajar bisa, tapi ya sudah lah, sudah cukup juga. Memang fungsinya jadi pemain saja deh, bukan pelatih,” Taufik menuturkan.

Peraih medali emas Kejuaraan Asia 2000 Jakarta, 2004 Kuala Lumpur, dan 2007 Johor Bahru ini mengaku banyak menawarinya menjadi pelatih, tapi ajakan itu kemudian ia tolak.

“Yang menawari sih banyak. Dari Pelatnas? Tidak pernah. Karena mereka sudah tahu kali kalau saya tidak tertarik juga. Kalau di luar sih ada lah banyak. Tapi (saya) enggak mau lah,” dia mempertegas.

Source: detik.com

Related Articles