PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Gajah Liar Masuk Pemukiman, Beberapa Rumah Warga Pekanbaru Dirusak

Gajah Liar Masuk Pemukiman, Beberapa Rumah Warga Pekanbaru Dirusak
Februari 11
23:11 2022

PALUPOS.COM – Kawanan gajah liar kembali masuk ke kebun sawit warga di Pekanbaru, Riau. Akibatnya, ada 15 pondok warga di kebun sawit porak poranda.

Plh Kepala Balai BKSDA Riau, Hartono mengatakan kawanan gajah yang akrab disapa kelompok 11 Petapahan masuk ke pemukiman dan kebun sejak beberapa hari terakhir. Kawanan gajah masuk dengan merusak pondok dan tanaman.

“Kelompok gajah 11 Petapahan itu sedang ombreng jalur jelajahnya. Itu kurang lebih 15 pondok yang dirusak,” terang Hartono, Kamis (10/2/2022).

Terkait insiden itu, Balai BKSDA Riau telah menurunkan tim untuk menghalau gajah ke habitatnya di hutan Tahura. Bahkan hari ini tim menurunkan gajah jinak.

“Sampai hari ini gajah kelompok 11 masih melakukan kegiatan sekitar Desa Rantau Panjang. Tadi kami melakukan sosialisasi dengan masyarakat agar tak melakukan anarkis terhadap gajah,” katanya.

Dalam pertemuan dengan masyarakat di sekitar area konflik, masyarakat minta dapat pelatihan untuk penghalauan gajah liar. Terutama sebelum tim BKSDA Riau tiba di lokasi dengan bantuan gajah jinak.

Hartono mengatakan pondok-pondok milik warga dirusak karena kawanan gajah liar mencari makan. Mengingat di daerah yang jadi habitat minim makanan dan beralih fungsi menjadi kebun sawit.

“Kami imbau masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis terhadap satwa dilindungi ini. Saat ini gajah mencari sumber pakan yang lain terutama kondisi habitat gajah sekitar Tahura perlu penanganan serius karena berubah fungsi kebun sawit,” katanya.

Source: detik.com

Related Articles