PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Kasus Korupsi e-KTP, KPK akan Umumkan Tersangka Baru

Kasus Korupsi e-KTP, KPK akan Umumkan Tersangka Baru
Juli 11
14:15 2017

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi e-KTP masih terus mendatangkan tersangka baru. Bulan ini tersangka baru untuk kasus ini pun akan diumumkan oleh KPK.

“Gelar perkara sudah dilakukan dan diputuskan, nanti akan segera diumumkan. Ya bulan ini,” sebut Ketua KPK, Agus Rahardjo seperti dilansir detik.com, Selasa (11/7/2017).

Sayangnya Agus belum mau memberi informasi lebih apakah tersangka baru itu dari pejabat di kementerian atau anggota DPR.

Agus sebut masih mengumpulkan beberpa bukti lagi. Itu Karena masih ada klaster politik dari anggota DPR yang diperiksa minggu ini, untuk menelusuri peristiwa yang mengacu pada pertemuan pembahasan anggaran dan aliran dana.

“Alat buktinya kan banyak. Setiap orang itu pasti berbeda. jadi tunggu saja,” tutupnya. *

Related Articles