PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Polisi Tangkap Hampir 1.000 Orang Terkait Kerusuhan Prancis

Polisi Tangkap Hampir 1.000 Orang Terkait Kerusuhan Prancis
Juli 05
12:39 2023

Polisi telah menahan 994 orang terkait kerusuhan Prancis yang makin meluas. Kekacauan ini buntut panjang penembakan seorang remaja berusia 17 tahun oleh polisi.

Kerusuhan ini sudah berlangsung selama tiga malam empat hari dan makin meluas. Bahkan pemerintah Prancis telah menurunkan 45 ribu pasukan polisi dan kendaraan lapis baja untuk mengamankan kerusuhan.

Kerusuhan tersebut, demikian AFP, saat ini makin meluas dan menjalar ke kota-kota seperti Marseille, Lyon, Toulouse, Strasbourg dan Lille serta Paris. Tidak ada tanda-tanda akan berhenti.

Sebelumnya, polisi Prancis menembak remaja keturunan Aljazair dan Maroko berusia 17 tahun bernama Nahel di Nanterre pada hari Selasa (27/6). Nahel diketahui sedang mengendarai mobil ketika dia dipaksa menepi oleh polisi karena dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas.

Awalnya polisi melaporkan bahwa seorang petugas telah menembak Nahel, karena mengendarai mobil ke arah petugas polisi tersebut. Namun kronologi ini ternyata “palsu” setelah video saat kejadian beredar di media sosial.

Buntut insiden ini, seorang petugas polisi setempat tengah diselidiki atas pembunuhan karena menembak remaja tersebut.

Kejadian ini menjadi krisis terbesar selama Presiden Emmanuel Macron memimpin. Bahkan Macron meminta seluruh platform media sosial untuk menghapus semua video yang menampilkan penembakan terhadap remaja tersebut.

Related Articles