PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Membaca Arah Dukungan Jokowi di Pilpres 2024: Lebih Pilih Prabowo Ketimbang Ganjar?

Membaca Arah Dukungan Jokowi di Pilpres 2024: Lebih Pilih Prabowo Ketimbang Ganjar?
Juli 07
17:12 2023

Mendekati kontestasi Pilpres 2024, arah dukungan Presiden Jokowi semakin tak terbaca. Berbagai spekulasi bermunculan terkait siapa sosok penerus yang akan disokong oleh Jokowi kelak.

Meskipun partai Jokowi, PDIP, sudah resmi mengusung capres pilihan mereka yakni Ganjar Pranowo. Namun rasanya dukungan Jokowi tak sepenuhnya diberikan untuk Gubernur Jawa Tengah itu.

Kedekatan Jokowi dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto membuat publik berspekulasi bahwa Prabowo lah yang dipinang Jokowi, bukan Ganjar.

Pandangan itu juga dirasakan oleh pengamat politik Adi Prayitno. Ia menilai Jokowi hanya setengah hati mendukung Ganjar.

“Sikap politik Jokowi belum sepenuhnya kepada Ganjar Pranowo karena apapun pada saat yang bersamaan pendukung Prabowo Subianto dan Gerindra mengeklaim pilihan politik Jokowi di 2024 mengarah kepada Prabowo,” kata Adi, Jumat (7/7/2023).

Tren elektabilitas Prabowo yang belakangan meroket juga dapat dikatakan sebagai berkah politik bagi Gerindra, imbas kedekatan Jokowi dan Prabowo. Jokowi ingin capres yang ia dukung benar-benar melanjutkan program kerjanya.

“Ini efek kemesraan dan kedekatan yang selalu ditunjukkan Jokowi dengan Prabowo Subianto,” ungkap Adi.

Menurut Adi, jika kondisi ini terus terjadi maka bukan tidak mungkin akan menggerus elektabilitas Ganjar dan PDIP. Publik akan memercayai pilihan mereka untuk Prabowo ketimbang Ganjar karena melihat kedekatan dengan Jokowi.

“Yang dirugikan tentu Ganjar Pranowo tentu PDIP, karena dianggap Jokowi itu tidak sepenuhnya ke PDIP dan Ganjar Pranowo,” ucap Adi.

Di akar rumput, para pendukung Jokowi maupun Prabowo mulai melakukan konsolidasi. Belum lama ini relawan Prabowo 08 mendatangi Pro Jokowi atau Projo.

Wakil Koordinator Rumah Relawan Prabowo 08 Haris Rusli Moti mengatakan pertemuan ini juga didasari dengan kedekatan antara pihaknya dengan jajaran Projo.

“Projo bagi kami satu frekuensi hari ini. Dalam soal ini, kami harapkan ke depan ini irama ini sejalan dalam soal kebangsaan maupun soal pilpres nanti,” ujar Haris.

Meski demikian, isyarat dukungan Jokowi untuk Prabowo dibantah mentah-mentah oleh PDIP. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto dengan tegas menyatakan isu tersebut tidak benar.

“Pak Jokowi memilih Pak Prabowo? Jadi, itu saya luruskan. Itu tidak benar,” tegas Hasto dalam keterangan resminya.

Hasto menyatakan bahwa tindakan Jokowi terkait dengan nama bakal capres merupakan upaya untuk memastikan situasi nasional tetap aman dan kondusif menjelang pergantian kepemimpinan nasional.

“Pak Jokowi dalam kapasitas beliau sebagai presiden, hanya ingin memastikan agar proses pergantian kepemimpinan ke depan berjalan dengan baik,” katanya.

Related Articles