PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Gunung Pangas Longsor, Trans Sulawesi Palu-Manado Terputus

Gunung Pangas Longsor, Trans Sulawesi Palu-Manado Terputus
Juli 17
08:25 2017

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong, mengakibatkan longsor di Desa Lambori jalur Ogomojolo – Pangas sehingga jalan Trans Sulawesi Palu – Manado putus sejak Sabtu (15/7).

Camat Palasa H Nurizal MS saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, musibah longsor terjadi sekira pukul 05.00 wita, setelah hujan deras yang mengguyur Kecamatan Palasa semalaman yaitu sejak pukul 03.00 dini hari. Akibatnya, jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan  Palu – Manado lumpuh untuk sementara.

Kata Camat, terjadi antrean puluhan kendaraan bermotor dari berbagai jenis terjebak macet. Pemerintah kecamatan dan dibantu masyarakat setempat, maupun pihak kepolisian  serta Babinsa berusaha menghilangkan material longsor seperti batu, ranting pohon dan lumpur.

Nurizal menyebutkan, setelah melakukan koordinasi dengan dinas PU, sejumlah alat berat didatangkan ke lokasi kejadian dan membersihkan material longsor. Ada empat alat berat yang didatangkan seperti, dua loder, dan dua ekscavator.

‘’Kami minta bantuan maupun pinjam alat berat dengan syarat mengisi bahan bakar agar jalan cepat terbuka, sehingga antrean kendaraan tidak semakin panjang,” sebutnya.

Lokasi yang terkena longsor merupakan daerah yang biasa dilewati air, karena tidak adanya drainase dan hujan sangat lebat sehingga terjadi longsor. Musibah longsor hingga menutup badan jalan merupakan yang pertama terjadi di Kecamatan Palasa.

“Alhamdulilah sekira pukul 13.15 wita jalan telah bisa terlewati, walaupun dengan perlahan dan secara bergantian. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali kami berusaha membuat jalan air,” jelasnya.

Selain itu, setelah seluruh mobil yang terjebak macet lewat, dan kemacetan sudah tidak terlalu parah maka jalan akan ditutup kembali beberapa jam, untuk perbaikan lanjutan agar tidak membahayakan kendaraan yang melintas.

Selain terjadi musibah longsor di Desa Palasa, musibah banjir juga merendam dusun 3, 5 dan 6. Kurang lebih ada 10 rumah yang berada di jalan trans, terendam air sangat parah hingga lutut orang dewasa.

Menurut data Radar Sulteng, jalur trans menuju Sulawesi Utara tersebut tertimbun longsor sejauh 200 meter dan menyebabkan arus lalulintas lumpuh. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga sejauh satu kilometer.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Informasi terakhir kondisi jalan sudah bisa dilalui,” ujar Kapolres Parimo, AKBP Sirajuddin Ramli SH. bur

Related Articles