PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

KPK Umumkan Setya Novanto sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi e-KTP

KPK Umumkan Setya Novanto sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi e-KTP
Juli 18
09:40 2017

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Setya Novanto sebagai tersangka baru kasus korupsi e-KTP. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers yang dilakukan, Senin (17/7/2017), di kantor KPK, Kuningan, Jakarta.

“KPK menetapkan saudara SN (Setya Novanto), anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka baru kasus e-KTP,” ungkap Ketua KPK.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mendalami persidangan 2 terdakwa sebelumnya, Sugiharto dan Irman. Agus tambahakan, bahwa ada bukti permulaan yang cukup untuk penetapan tersangka baru.

Setya Novanto melalui Andi Agustinus diduga telah mengkondisikan pengadaan barang dan jasa e-KTP.

“Saudara SN melalui AA diduga memiliki peran baik dalam proses perencanaan, pembahasan anggaran, hingga pengadaan barang dan jasa,” terang Agus Rahardjo.

Sejak awal munculnya kasus ini, nama Setya Novanto memang disebut dalam surat dakwaan untuk kasus korupsi e-KTP. Dalam surat dakwaan itu disebutkan bahwa Setya Novanto bersama Sugiharto dan Irman melakukan korupsi proyek e-KTP itu. Jaksa KPK juga menerangkan peran Setya Novanto yang merupakan pendorong fraksi-fraksi di DPR untuk mendukung proyek itu. (*)

 

Related Articles