PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Kepala Kejati Sulawesi Tengah Sebut Akan Awasi Dana Rehabilitasi Gempa Palu dan Donggala

Kepala Kejati Sulawesi Tengah Sebut Akan Awasi Dana Rehabilitasi Gempa Palu dan Donggala
Oktober 16
16:54 2018

PALUPOS.COM – Kejaksaan akan mengawasi penggunaan dana rehabilitasi gempa Palu dan sekitarnya. Kepala Kejaksaan Tinggi (kejati) Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Rum mengatakan, pengawasan ini dilakukkan untuk mencegah adanya penyelewengan.

“Pimpinan memerintahkan untuk mengawal dana rehabilitasi agar tidak dapat diselewengkan,” kata Rum, seperti dilansir liputan6.com, Senin (16/10/2018).

Menurut dia, tugas itu merupakan tugas tambahan karena banyak sumber-sumber pendanaan masuk di Sulteng, sehingga wajib mengawal bantuan itu agar tepat sasaran kepada korban gempa Palu dan sekitarnya.

“Bantuan yang masuk dapat diawasi penegak hukum,” ujar Rum.

Pengawasan ini dilakukan dengan mengawal pembangunan yang dilakukan pemerintah, serta melakukan koordinasi dengan aparat instansi teknis terkait. Dia menjelaskan, pengawasan dan pengawalan rehabilitasi gempa Palu itu baru akan dimulai, karena dirinya baru saja dilantik sebagai Kepala Kejati Sulteng.

Rum menuturkan, mereka yang menunggu bantuan itu harus segera difasilitasi oleh pemerintah. Jadi apa yang menjadi harapan dan tujuan pemerintah itu dapat tercapai. “Kita akan melakukan pengawasan semaksimal mungkin,” ucapnya.

M Rum menyatakan turut berdukacita atas musibah bencana alam di Sulteng, khususnya di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi.

Sebelumnya, Jaksa Agung Prasetyo di Jakarta, meminta Kajati Sulawesi Tengah yang baru dilantik M Rum untuk mengawal dana rehabilitasi wilayah terdampak gempa Palu, Sigi, dan Donggala.

Menurut dia, kejaksaan memiliki peran untuk mengawasi dana agar tidak diselewengkan oknum tak bertanggung jawab.

“Ini semua menjadi tugas tambahan bagi Kejaksaan Tinggi Sulteng, karena tentunya kita tahu dan berharap demikian banyak kucuran dana dari sumber lain yang diperuntukkan bagi pemulihan daerah itu,” ujar Prasetyo. (liputan6com)

Related Articles