PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Komentar DPR Terhadap Lemahnya Mitigasi Bencana Indonesia

Komentar DPR Terhadap Lemahnya Mitigasi Bencana Indonesia
Desember 28
09:14 2018

PALUPOS- Mitigasi bencana alam di Indonesia saat ini dinilai masih lemah. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid. Menurutnya, lemahnya mitigasi bencana terlihat dari jumlah korban dalam setiap bencana yang terbilang banyak, karena tidak terantisipasi.

“Lemahnya mitigasi. Kita selama ini belum menjadikan mitigasi sebagai prioritas,” kata Sodik saat berbincang dengan (Okezone)Ia mengungkapkan, Fraksi Gerindra di Komisi V DPR bahkan walkout dalam pembahasan APBN 2019 karena anggaran untuk alat deteksi dini bencana yang diusulkan pemerintah jumlahnya sangat tidak memadai.

Sementara itu, sambung dia, Fraksi Gerindra di Komisi VIII DPR menggagas paradigma baru penanganan bencana di Indonesia melalui penguatan sistem mitigasi bencana. Paradigma baru ini diklaimnya telah disetujui pemerintah dan fraksi lainnya.

“Paradigma baru ini dicirikan oleh penggunaan teknologi deteksi dini yang modern dan memadai jumlahnya, edukasi dan diklat paham waspada secara masif dan sistematis,” terangnya.

Ketua DPP Partai Gerindra ini menambahkan, paradigma baru mitigasi bencana ini akan mengakomodir pengaturan tata ruang penggunaan lahan yang aman untuk mencegah kerusakan lingkungan. Selain itu, konstruksi bangunan yang tahan bencana juga menjadi perhatian.

“Kita selama ini prioritas kepada tanggap darurat bukan kepada mitigasi,” tandasnya.seperti yang dikutp dalam(Okezone) di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Related Articles