PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Korea Terancam Perang, Warga Jepang Bangun Bunker

Korea Terancam Perang, Warga Jepang Bangun Bunker
April 26
06:04 2017

Semenanjung Korea semakin genting. Amerika Serikat sudah siaga di kawasan ini, dan Korea Utara (Korut) mulai latihan perang. Dengan kondisi itu, maka perang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Sebagai negara yang berdekatan, Jepang dipastikan terkena imbas dari perang di Semenanjung Korea. Mengantisipasi itu, maka warga Negeri Matahari Terbit ini mulai bersiap diri. Mereka ramai-ramai membangun bunker, membeli pembersih udara untuk menghindari racun kimia dan bahan radioaktif.

“Satu tahun lalu, kami mungkin hanya mendapatkan lima panggilan telefon mengenai pembersih udara, tetapi sekarang 30 panggilan setiap hari,” kata juru bicara perusahaan Oribe Seiki Seisakusho yang berbasis di Kobe, Shota Hayashi, seperti dilaporkan Telegraph, Selasa (25/4/2017).

“Panggilan itu datang dari orang-orang yang ingin memasang pembersih udara di rumah mereka. Beberapa orang sangat takut melihat apa yang terjadi sekarang ini,” kata Shota Hayashi.

Menurutnya, juga terjadi peningkatan jumlah orang yang menanyakan jasa pembuatan bunker bawah tanah. Peningkatan ini terjadi setelah Perdana Menteri Shinzo Abe mengungkapkan kepada parlemen, bahwa Korut memiliki kapasitas meluncurkan rudal yang berisi gas sarin sehingga warga diminta untuk melakukan antisipasi.

“Butuh waktu dan uang untuk membangun bunker. Namun, mendengar apa yang terjadi di tengah atmosfer ketegangan ini, orang-orang sudah meminta dibuatkan satu bunker. Mereka meminta kami untuk segera datang dan memberikan estimasi harga pembangunan,” bunyi pernyataan perusahaan Oribe Seiki Seisakusho yang dilaporkan Reuters. jss

Related Articles