PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Incar 3.000 Talenta Digital, Google Kembali Gelar Program Bangkit

Incar 3.000 Talenta Digital, Google Kembali Gelar Program Bangkit
Desember 08
23:20 2021

PALUPOS.COM – Google akan kembali menggelar program Bangkit untuk angkatan ketiga pada tahun 2022. Program pelatihan talenta digital untuk mahasiswa ini sebelumnya telah digelar pada tahun 2020 dan 2021.

Google mengatakan kelas Bangkit yang diadakan pada tahun 2021 terbilang sukses sehingga mereka kembali mengadakan program pelatihan tersebut di tahun depan. Untuk program Bangkit tahun depan, Google menyediakan 3.000 kursi untuk mahasiswa yang tertarik mendaftar.

“Secara total, kita sudah ada lebih dari 2.500 peserta yang berhasil lulus dari program Bangkit. Dan yang lebih membanggakan lagi, 30% dari yang lulus adalah perempuan, bahkan hampir 70% berasal bukan dari kota-kota besar,” kata Head of Brand Marketing Google Indonesia Muriel Makarim dalam press briefing virtual, Kamis (2/12/2021).

“490 lulusan Bangkit juga sudah berhasil menemukan pekerjaan atau magang di bidang teknologi. Tentu kita bangga karena tujuannya kita ingin mempermudah para peserta untuk mendapatkan pekerjaan di bidang IT,” imbuhnya.

Sama seperti program Bangkit sebelumnya, Google kembali bekerjasama dengan program Kelas Merdeka yang diadakan Kemendikbudristek. Mereka juga menggandeng GoTo, Traveloka, dan 15 universitas mitra.

Pendaftaran untuk program Bangkit telah dibuka dan akan ditutup pada 31 Desember 2021. Program ini akan dimulai pada Februari 2022 dan berlangsung selama satu semester.

Nantinya, peserta yang terpilih bisa memilih satu dari tiga topik pelajaran yang ditawarkan yaitu machine learning, pengembangan mobile Android, dan cloud computing. Google juga akan menghadirkan dua materi tambahan yaitu modul khusus untuk peserta yang tidak memiliki latar belakang IT dan modul Bahasa Inggris.

Setelah lulus dari program Bangkit, peserta akan mendapatkan sertifikat sesuai topik yang dipilih. Lulusan program Bangkit juga bisa memperoleh hingga 20 SKS dan menjadi salah satu dari 15 tim terpilih yang akan mendapatkan pendanaan dari Google untuk ide bisnis mereka.

“Tentu ini nantinya kita harapkan bisa jadi cikal bakal startup di Indonesia,” ucap Muriel.

Source : detik.com

Related Articles