PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Kelapa Sawit Sumbang Devisa Tertinggi di Indonesia

Kelapa Sawit Sumbang Devisa Tertinggi di Indonesia
Oktober 26
14:09 2017

PALUPOS.COM – Mulai terbuka untuk melihat secara faktual komoditas yang berperanan pada sumbangan devisa terhadap negara, belum lama ini, Presiden Jokowi secara langsung turun ke lapangan, ‘membuka’ start peremajaan kelapa sawit yang dilakukan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Replanting itu akan terus bergulir di Pulau Sumatera, yang akan dilakukan di beberapa provinsi di Pulau Andalas ini. Itu sebelum melangkah ke Pulau Borneo Kalimantan yang juga sangat potensial bagi industri kelapa sawit nasional.

Langkah ini dinilai sangat tepat. Sebab devisa Indonesia memang terbanyak ditimba dari sawit. Berikut 10 urutan penyumbang devisa tertinggi bagi Indonesia:

Kelapa Sawit Rp 239 Triliun
Jasa Pariwisata Rp 190 Triliun
Tekstil Rp 159 Triliun
Migas Rp 170 Triliun
Batubara Rp 150 Triliun
TKI Rp 140 Triliun
Elektronik Rp 80 Triliun
Hasil Kayu Rp 70 Triliun
Karet Rp 65 Triliun
Sepatu dan Sandal Rp 60 Triliun

(*)

Related Articles