PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Tragis, Gadis Ini Tewas Diperkosa

Tragis, Gadis Ini Tewas Diperkosa
April 30
17:55 2017

Bocah ini diperkosa hingga tewas. Peristiwa tragis itu terjadi di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Gadis itu diperkosa di semak-semak, ketika dia meronta kemudian dicekik hingga tewas.

Gadis yang diperkosa itu masih berumur 6 tahun. Saat itu dia menemani kakaknya sekolah di SD Negeri 8 Sawang.

Ketika sedang bermain-main, dia dipanggil M (18), yang berjualan di kawasan sekolah ini. Gadis cilik ini diajak ke semak-semak, dengan alasan untuk mencari burung.

Semak-semak itu berjarak 25 meter di belakang sekolah. Di rerimbunan tanaman ini gadis cilik itu ditelanjani dan diperkosa. Gadis itu meronta dan menjerit. Ini membuat M panik. Dia pun mencekik leher gadis ini hingga tewas.

“Diajak ke hutan oleh pelaku. Alasannya untuk mencari burung. Setelah sampai di sana, pelaku memperkosa. Karena korban meronta-ronta, dia kemudian dicekik hingga tewas,” kata Kapolsek Sawang, Iptu Ridwan MY.

Dalam laporan polisi, bagian leher korban tak cuma terlihat lebam. Leher itu juga mengeluarkan darah. Itu menandakan betapa kuatnya tangan laki-laki itu mencekik leher hadis ini. Peristiwa itu terjadi pada Jumat 28 April 2017.

Ketika gadis itu hilang, keluarga dibantu warga setempat melakukan pencarian di sejumlah lokasi. Pengurus Meunasah (surau) juga mengumumkan kehilangan bocah malang itu melalui pengeras suara.

“Pelaku sempat pulang ke rumah cuci baju dan salat Jumat. Saat akhirnya menemukan korban, dia (pelaku) seakan menjadi pahlawan dengan membantu mencari. Dia tidak melarikan diri,” kata Kapolsek.

Mayat bocah itu ditemukan warga pada sore hari. Polisi yang sejak laporan kehilangan diterima berada di lokasi kejadian, langsung memeriksa sejumlah saksi. Akhirnya diketahui, bahwa pelaku pemerkosaan dan pembunuhan itu adalah M.

“Berdasarkan pengakuan itu langsung dibawa ke Polsek untuk diamankan. Sekarang sudah diserahkan ke Polres,” tambahnya. Ini untuk menghindari kemarahan warga.

Sebelum dikebumikan, korban sempat divisum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe.  jss

Related Articles