PaluPos.Com

Berita

 Breaking News
  • Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA)...
  • Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju Penggunaan produk tembakau alternatif oleh remaja di bawah usia 18 tahun menjadi keprihatinan para pemangku kepentingan. Ternyata, ada fakta menarik yang menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan minim digunakan oleh...
  • Ketahui 5 Perbedaan Label Kadaluwarsa Kemasan Makanan Menjelang hari Lebaran, ada berbagai diskon yang digelar gerai-gerai belanja. Salah satu item yang cukup banyak didiskon adalah makanan-makanan dalam kemasan di supermarket. Jangan asal kalap membelinya ya,  Anda perlu...
  • Jangan Pernah Percaya Haji Tanpa Antre Lamanya waktu menunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci membuat sebagian oknum masya-rakat memanfaatkan masalah ini untuk menawarkan haji ce-pat atau tanpa antre. Haji tanpa antre yang ditawarkan tersebut...
  • Kim Jong Un Menggila, Korut Tembak ‘Serangan Balasan Nuklir’ Korea Utara (Korut) kembali mencari perhatian dunia. Di tengah perang yang berkecambuk di Rusia dan Ukraina serta memenasnya Timur Tengah karena serangan Israel ke Gaza dan konflik Israel-Iran, Pyongyang melakukan...

Belum Ditemukan, Pasutri Asal Pangkep Tenggelam di Sungai Budong-budong

Belum Ditemukan, Pasutri Asal Pangkep Tenggelam di Sungai Budong-budong
Mei 29
07:16 2017

MAMUJU – Basarnas Mamuju saat ini masih terus mencari mayat pasutri yang tenggelam di Sungai Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Pasalnya hingga saat ini, Senin (29/5), pasutri asal Desa Pammas, Kecamatan Kalukuang Masalima, Kabupaten Pangkep, Sulsel itu belum juga ditemukan. Karena tim Basarnas mengalami sedikit kesulitan dalam melakukan pencarian sebab derasnya arus sungai.

“Hingga kini korban belum ditemukan. Kami sudah sangat berupaya maksimal melakukan pencarian, namun sampai sekarang belum ditemukan,” sebut Ukki, salah seorang anggota Basarnas, Senin (29/5/2017).

Pasutri itu diketahui bernama Irmayani dan Harming. Keduannya tenggelam diduga terseret arus sungai pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.

“Kami masih akan melanjutkan pencarian bersama tim gabungan Basarnas, Tim Reaksi Cepat BPBD Mamuju Tengah, Taruna Tanggap Bencana dan masyarakat sekitar. Hingga waktu yang ditentukan apabila tidak menuai hasil, otomatis kami akan hentikan pencarian,” tambah Ukki.

Pengakuan Basarnas dari laporan yang diterima, kejadian itu bermula saat kedua korban hendak mendekat ke dermaga bongkar muat Sungai Budong-bodong untuk melakukan sahur di hari kedua Ramadan. Belum sampai di dermaga, sang istri tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke sungai. Sontak saja sang suami yang melihat istrinya terjatuh langsung melompat ke dalam sungai untuk menyelamatkannya. Naas, karena kondisi arus sungai yang sangat deras, keduanya justru tenggelam terseret arus sungai.

Saat ini Basarnas masih terus lakukan pencarian, dan sudah membuka posko pencarian di lokasi kejadian. Dengan dibantu masyarakat sekitar, Basarnas berharap semoga segala tindakan yang dilakukan ini akan membuahkan hasil. (*)

Related Articles